yes
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Anggur
Buah anggur memiliki banyak varian warna
Teras Berita - Hampir semua orang menyukai buah anggur. Buah anggur sendiri memiliki banyak varian warna, seperti anggur merah, hijau dan hitam. Ketiga buah anggur tersebut memiliki kandungan yang agak berbeda meski secara umum sama.

Jika Anda merupakan penderita atau keturunan diabetes, maka memilih makanan dan menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika Anda suka makan anggur, maka ada berita bagus untuk Anda. Ini karena secara mengejutkan, seperti dikutip dari www.stylecraze.com, ternyata buah anggur juga sangat baik dalam mengatasi gangguan kesehatan berupa diabetes.

Buah anggur memiliki gula berupa glukosa yang seharusnya dihindari oleh para penderita diabetes. Namun anggur memiliki kandungan gula alami yang dapat mencegah tubuh menyerap glukosa dengan cepat dan mengandung serat yang cukup sehingga baik untuk dimakan penderita diabetes.

Anggur dikonsumsi setiap hari. Anggur merah dan hitam direkomendasikan untuk penderita diabetes karen kaya beta karoten dan vitamin C. Anggur hijau memiliki lebih banyak serat daripada anggur merah dan hitam, jadi konsumsi lebih banyak juga tidak masalah. Paling baik saat mengonsumsi anggur adalah mengombinasikan semua warna saat makan. Selain mengandung vitamin A, C dan K, juga antioksidan, kalium, dan polifenol.

Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi anggur setiap hari bisa memperlambat perkembangan diabetes tipe 1. Konsumsi anggur juga dapat mengurangi tekanan darah pada diabetes tipe 2 dan mencegah resistensi insulin.

Sebaiknya, Anda harus menyebar konsumsi anggur dalam sehari, misalnya segenggam anggur di pagi hari, kemudian makan lagi saat siang hari dan bisa makan anggur lagi saat malam hari. Jangan sekaligus dalam satu waktu. Bagaimana pun, anggur juga mengandung gula.

Sumber | Vemale


Mie instan
Teras Berita – Apakah Anda juga penggemar mie instan? Mie instan adalah salah satu makanan populer di Indonesia. Mie instan sering juga di konsumsi masyarakat Indonesia sebagai pengganti nasi sebagai makanan pokok. Selain praktis, mie instan juga mudah didapatkan dan harganya pun murah. 

Apakah Anda sering mengkonsumsi mie instan dicampur nasi putih? Sebaiknya, mulai saat ini Anda harus mengurangi kebiasaan tersebut karena ada beberapa dampak buruk akibat makan mie instan yang di campur dengan nasi putih.

Hal penting yang harus kita ketahui adalah bahwa kita harus menyeimbangkan asupan  gizi  dari  makanan  yang kita makan. Pada dasarnya, nasi dan mie instan sama-sama mengandung karbohidrat dan kalori yang tinggi

Dalam satu porsi mie instan, sudah terkandung sekitar 400 kalori, jumlah itu sama dengan satu porsi nasi ukuran sedang dan lauk pauk. Jika satu porsi mie instan ditambah nasi, bisa Anda bayangkan sendiri berapa kalori yang masuk dalam tubuh. Bisa mencapai 600 - 700 kalori sekali makan, padahal rata-rata wanita dewasa hanya butuh 1200 - 1500 kalori per hari.

Karbohidrat  telah  dirubah  menjadi glukosa.Semakin tinggi  kadar gula, pankreas akan bekerja  lebih  cepat  untuk menghasilkan insulin (hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam  sel  tubuh). Jika pankreas terus-menerus bekerja cepat, maka  dampaknya pankreas akan  kelelahan. Hal  ini dapat  menimbulkan  resiko  diabetes.

Jika Anda memang suka makan mie instan, sebaiknya batasi, setidaknya seminggu sekali saja. Ketimbang mencampur dengan nasi, akan lebih baik jika mie instan ditambah potongan sayur, daging, telur dan sebagainya. Ingat, mie instan mengandung garam dan MSG yang sangat tinggi, sehingga jumlah yang terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan Anda.

Berbagai sumber

Bawang
Teras Berita - Mengonsumsi makanan mengandung bawang memang dapat memicu timbulnya bau mulut. Belum lagi kita jadi banjir air mata saat memotongnya. Namun, umbi yang satu ini juga memiliki banyak manfaat, seperti memberikan aroma dan rasa yang lebih lezat pada masakan. Selain itu, bawang juga mampu memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Pakar kesehatan holistik di John Creek, Dr Jonathan Stegall mengatakan, bawang mengandung senyawa sulfur yang cukup banyak sehingga memberikan bau yang khas. Namun di samping itu, bawang juga merupakan agen detoksifikasi yang kuat.

"Dengan mengandung lebih dari 100 senyawa sulfur, bawang dapat mencegah dan mengobati penyakit, dari mulai diabetes hingga penyakit jantung, bila dikonsumsi setiap hari," ujarnya.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari bawang yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

1. Asma
Bawang mengandung efek antihistamin dari senyawa antioksidan yang disebut dengan kuersetin. Penelitian menunjukkan, kuersetin dapat mencegah sel imun mengeluarkan histamin, senyawa yang menimbulkan reaksi alergi. Karena itu, peneliti menyimpulkan, antioksidan ini dapat mengurangi histamin atau senyawa peradangan lainnya yang ada dalam tubuh. Kuersetin juga berpotensi menjadi terapi asma.

2. Kanker
Bawang dapat membantu mengurangi risiko kanker bila dikombinasikan dengan kunyit. Senyawa kimia yang terkandung dari dua bahan ini terbukti oleh studi dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology dapat mengurangi ukuran dan jumlah lesi prakanker pada usus sehingga mengurangi risiko kanker usus besar.

3. Diabetes
Konsumsi bawang dalam jumlah besar dapat mengurangi kadar gula darah yang berlebih. Minyak esensial dari bawang yang disebut dengan alil propil disulfida lah yang memberikan efek ini. Senyawa tersebut mengurangi kadar gula darah dengan meningkatkan jumlah insulin yang terssedia.

4. Penyakit jantung
Kuersetin yang ditemukan dalam bawang secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah yang berlebihan pada orang dewasa. Bahkan studi dalam The Journal of Nutrition menemukan, bawang mampu menjaga tekanan darah normal, mencegah pengerasan arteri, dan menjaga arteri tetap elastis.

5. Gigi keropos
Bawang mentah dapat membuat bau napas, tetapi ada juga segi positif darinya. Memakan bawang mentah dapat memperbaiki kesehatan mulut, termasuk menguatkan gigi dan mengurangi bakteri sehingga membantu mencegah gigi keropos.


Salmon
Teras Berita - Selama ini banyak orang yang menghindari untuk mengkonsumsi makanan berlemak. Tidak hanya untuk yang diet, namun yang sedang tidak diet pun menghindarinya karena memicu berbagai penyakit.
Namun seperti yang dilansir Newshealthmax.com, ada lemak yang justru bagus untuk dikonsumsi. Menurut data yang ditulis dalam Centers for Disease Control and Prevention ini adalah 5 lemak sehat yang bisa dikonsumsi!

1. Ikan
Lemak dalam ikan sering disebut dengan lemak tak jenuh ganda atau asam lemak omega 3. Lemak sehat ini bisa ditemukan pada ikan salmon, namun juga terdapat pada ikan laut lainnya. Lemak yang sehat ini dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan menurunkan resiko nyeri pada sendi.

2. Kacang-kacangan
Kacang mengandung lemak nabati. Konsumsi kacang secara rutin dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner dan menurunkan resiko diabetes tipe 2. Kacang-kacangan yang baik untuk kesehatan adalah almond, mede, hazelnut, kacang tanah, pistachio, macadamia, kenari, dan lain-lain.

3. Produk susu
Dalam jumlah yang tepat, lemak dalam susu tidak akan memberikan bahaya pada tubuh. Mengkonsumsi susu rutin dengan jumlah yang pas akan meningkatkan kesehatan jantung dan membantu mengurangi jumlah kolesterol jahat.

4. Minyak nabati
Minyak zaitun dan minyak sawit mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan. Namun jangan gunakan minyak yang sama untuk menggoreng berkali-kali.

5. Daging merah dan daging unggas
Daging merah (sapi, kambing, dll) atau unggas (ayam, bebek, burung dara, dll) biasanya dianggap berbahaya untuk kesehatan. Namun semua itu tergantung bagaimana mengolahnya.

Daging ayam tanpa kulit atau sapi tanpa lemak adalah jenis daging yang sehat, apalagi jika prosesnya tidak dibakar atau digoreng. Zat besi dan lemak sehat dalam daging merah dan daging unggas baik untuk kesehatan jantung dan dapat menjaga tekanan darah.  Sumber


Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan,
minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam
Teras Berita - Untuk bertahan hidup, manusia memerlukan makanan dan minuman. Namun kedua hal itu bisa menjadi musuh jika seseorang menderita penyakit. Menghindari makanan yang dipantangkan adalah cara terbaik yang dapat dilakukan penderita berbagai macam penyakit, seperti yang dikutip dari detikhealth.Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah jenis penyakit dan pantangannya, seperti dirangkum dari eHow, BBCNews, dan healthandage.

1. Jantung

Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.

2. Hepatitis A

Hindari buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas. Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

3. Anemia

Kurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan biji-bijian.

4. Diabetes

Hindari konsumsi makanan yang mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan seperti durian, air kelapa, pisang ambon.

5. Kanker

Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.

6. Liver

Hindari makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang mengandung banyak garam.

7. Asma

Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, dan udang.

8. Maag

Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, makanan pedas seperti daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.

9. Migrain

Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

10. Wasir

Jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

11. Sinusitis

Hindari makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.

12. Autis

Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.

13. Rematik

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging, kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu.

14. Tifus

Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

15. Malaria

Makanan yang harus dihindari adalah kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

16. Keputihan

Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

17. Osteoporosis

Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.

18. Epilepsi

Hindari makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

19. Demam Berdarah

Hindari makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah dan air putih.

20. Prostat

Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.

Semoga bermanfaat..









Sumber




Kopi dan teh
Khasiat Kopi dan Teh bagi Pasien Diabetes / Illustrasi
Teras Berita - Pasien diabetes harus pintar-pintar mengatur pola makan. Takaran dan jenis makanan menentukan tinggi atau rendahnya gula darah dalam tubuh.

Namun untuk menikmati kopi dan teh, tidak ada masalah bagi pasien diabetes. Bahkan dengan meminum kopi atau teh dengan benar itu baik buat kesehatan.

Berikut khasiat kopi dan teh bagi pasien diabetes:

1. Jika Anda salah satu penggila kopi dan teh, pastinya Anda tidak bisa tanpa mencampurnya dengan gula. Ada solusi terbaik untuk hal ini, cobalah untuk mengganti gula dengan madu murni. Meski sedikit berbeda sensasinya, resep ini sangat aman dikonsumsi para penderita diabetes. Tenang, campuran madu di dalamnya, tidak akan banyak merubah sensasi rasa.

2. Banyak penelitian yang menunjukan bahwa kopi hitam tanpa gula mampu menangkas risiko diabetes tipe 2. Tidak ada salahnya untuk sesekali mengonsumsi kopi tanpa tambahan pemanis apapun bukan?

3. Konsumsi teh hijau juga mampu membantu mengurangi gula darah dan kadar insulin dalam tubuh. Untuk itu tetaplah mengonsumsi jenis minuman yang satu ini. Bukan sekedar menangkal diabetes, namun juga mampu memperkaya antioksidan dalam tubuh.(MI/wtr5)

Sumber

Zaitun
ZAITUN Sungguh, banyak sekali penyebutan Zaitun di dalam Al Quran, Allah Azza wa Jalla bersumpah dengan zaitun tersebut dalam firman Nya: "Demi pohon Tien dan Zaitun. (At-Tin 1-2), dan firmanNya dalam surat An-Nuur ayat 35 , Dinyalakan (dengan minyak) dari sebuah pohon yang diberkahi, (yaitu) zaitun yang tidak tumbuh di sebelah timurnya dan tidak pula disebelah baratnya, hampir-hampir minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api. "

Zaitun dan Al Qur'an
Kemudian dalam surat Al Mukmin ayat 20, Allah Azza wa Jalla berfirman, Dan pohon yang (tumbuh) keluar dari Tursina, yang (pohon zaitun) itu menghasilkan minyak dan menjadi kuat bagi orang-orang yang makan.

Panen Zaitun
Demikian pula di didalam hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , beliau bersabda, Hendaklah kalian menggunakan minyak zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena ia (minyak zaitun) berasal dari pohon yang diberkahi. (HR Abu Daud, disebutkan dalam Shahihul-Jami� no 4921 dan menurut Syaikh Al Albani ini merupakan hadits shahih).

Para ulama juga banyak menyebutkan tentang keutamaan minyak zaitun dan manfaatnya yang sangat besar ditinjau dari sisi gizi dan pengobatan, seperti diantaranya Imam Ibnul Qoyyim Al jauziyah dalam kitabnya At Thibb An- Nabawiyah.

Demikian pula dengan kedokteran modern sudah mengakui keunggulan minyak zaitun untuk pengobatan, diantaranya :

DR Scoot Grandy dari Universitas Texas dan DR Satsoon dari Universitas California, keduanya mengadakan penelitian tentang menurunnya jumlah penderita penyakit liver pada sebuah daerah yang masyarakatnya menjadikan minyak zaitun sebagai campuran makanan.

Tanggal 21 April 1997 diselenggarakan pertemuan ilmiyah di Roma yang dihadiri pakar medis, mereka mengupas dan mengeluarkan keputusan penting ttg minyak zaitun, dalam siaran persnya mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi serangan penyakit arteriole (salurah darah kecil di hepar/liver dan menghambat naiknya kolesterol darah), tekanan darah dan diabetes sebagaimana ia melindungi dari serangan sebagian penyakit kanker.

Minyak zaitun dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, tanpa menimbulkan dampak negatif thd kolesterol yang bermanfaat, sehingg organ hati dan jantung akan terjaga serta rusaknya urat dalam tubuh.

Prof. Asman dari Universitas Monster Jerman, memaparkan bahwa kebiasaan menggunakan minyak zaitun memberikan peluang cukup besar untuk dapat melindungi diri dari sejumlah serangan kanker; kangker usus besar, rahim, indung telur.

Archieves of Internal Medicine edisi Agustus 1998 menegaskan bahwa kebiasaan mengkomsumsi satu sendok makan zaitun setiap hari, memungkinkan untuk dapat mengurangi terkena kanker payudara hingga 45%.

Dan masih banyak penelitian medis kedokteran moden lainnya yang telah secara ilmiah terbukti mampu mncegah dan mengobati beragam penyakit [selengkapnya dapat dilihat dalam buku/kitab yang membahas metode Pengobatan Nabi

Sumber


Obesitas Anak
Teras Berita - Jakarta, Bila di Indonesia gemuk dianggap sebagai lambang kemakmuran, tidak sama halnya dengan di Amerika. Di Amerika orang-orang yang gemuk kebanyakan justru berasal dari kalangan sosial ekonomi menengah ke bawah. Mengapa demikian?

"Di Amerika orang yang obesitas (kegemukan) itu cenderung dari orang yang sosial ekonominya rendah, berbeda dengan orang Indonesia yang menganggap gemuk itu sebagai lambang kemakmuran," jelas Prof dr Jose Rizal Latief Batubara, SpA (K), PhD, Guru Besar Endokrin Anak FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi 'Kenali Jenis Gula Tambahan, Indeks dan Beban Glikemik Serta Dampaknya pada Anak!' di The Energy Cafe, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Menurut Prof Rizal, hal ini disebabkan karena pola makan. Orang-orang dari kalangan sosial ekonomi menengah ke atas cenderung memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang cukup, sehingga bisa memilih makanan mana yang sehat, serta juga mampu menyediakan biaya untuk melakukan olahraga seperti gym.

"Sedangkan orang yang miskin disana makannya junk food, karena harganya lebih murah. Kalau disana junk food adalah makanan untuk orang yang tidak mampu, di Indonesia malah junk food yang beli orang-orang kaya," lanjut Prof Rizal.

Junk food dipilih karena praktis dan cepat kenyang. Padahal junk food terbukti mengandung lemak trans (lemak jahat) dam kalori yang tinggi, yang berpotensi memicu kegemukan dan penyakit metabolisme seperti diabetes dan hipertensi.

Hal berbeda terjadi di Indonesia. Karena dipengaruhi oleh gaya hidup dan masih termakan anggapan gemuk adalah lambang kemakmuran, kegemukan bahkan sudah banyak terjadi pada anak-anak dari keluarga menengah ke atas di Indonesia.

Berdasarkan Riskesdas 2010, ada 19 persen anak-anak di DKI Jakarta yang mengalami obesitas, yang rata-rata berasal dari keluarga kalangan ekonomi menengah ke atas

"Coba saja Anda lihat ke SD di sekolah-sekolah swasta, banyak anak-anak yang obesitas disana. Dan yang perlu ditekankan, pada orang Chinese masih banyak yang percaya mitos bahwa gemuk itu lambang kemakmuran. Jadi anaknya banyak yang dipaksa untuk gemuk. Mitos ini susah untuk dihilangkan. Padahal gemuk bukanlah sumber kemakmuran, tapi sumber penyakit," tutup Prof Rizal.



sumber: detik.health.com
Diberdayakan oleh Blogger.