yes
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Ikan Piranha sebesar manusia
Sungai Kongo selalu membuat wisatawan penasaran dengan pesonanya. Nampaknya, di perairan sungai tersebut hidup monster ikan seberat 100 kilogram.

Ikan Goliath Tigerfish bergigi tajam dan memiliki tubuh seperti piranha. Ikan tersebut ditemukan seorang nelayan lokal yang sedang mengarungi sungai sepanjang 4.700 km.

Sungai ini memiliki aliran terbesar kedua di dunia, mengaliri sepanjang jalur hutan hujan. Maka tak ayal jika ikan raksasa berwujud ganas tinggal di dalamnya.

Jika ingin mendatangi sungai ini, Anda dapat terbang menuju Brazzaville, Ibu Kota Kongo. Kemudian, Anda dapat berganti moda transportasi menuju ke hulu sungai dan siap menyusuri jalur sungai itu

Sumber | Okezone.com

Gajah Gatal
Armand Grobler/Barcroft Media
Teras Berita - Sudah selayaknya, setiap kali merasakan gatal kita akan menggaruk tubuh yang terasa gatal tersebut. Begitupun dengan binatang, akan melakukan hal yang sama, baik itu dengan kuku atau gigi. Tapi bagaimana kalau yang gatal itu hewan yang punya badan besar seperti Gajah?

Inilah yang kejadian di taman Nasional Pilanesburg, di Afrika Selatan. Di mana salah satu rombongan pengunjung terkejut dan ketakutan, ketika mobilnya dipakai sang gajah untuk menggaruk bagian tubuhnya.

Rombongan yang mengendarai Mobil Volkswagen Polo ini sedang menikmati pemandangan gajah yang sedang berjalan dan memakan rumput, namun ada kejadian di luar dugaan. Mobil yang mereka tumpangi tersebut langsung dihampiri gajah Afrika yang sangat besar.

Gajah Gatal
Armand Grobler/Barcroft Media
Secara tiba-tiba mobil sudah berada di antara kaki-kaki gajah yang kokoh. Kepanikan membuat mereka terdiam dalam ketakutan, tetapi gajah tersebut dengan santainya menggaruk bagian bawah tubuhnya, dengan bagian mobil tersebut.

Beratnya beban seekor gajah membuat mereka seperti teraduk-aduk, sebelum akhirnya mobil tersebut berhasil lolos dari gajah. Armand Grobler Seorang pemandu wisata setempat berhasil mengabadikan kejadian tersebut. Ini menjadi pengalaman yang menarik jika Anda ingin berwisata di taman nasional atau kebun raya, sebaiknya berhati-hati dengan hewan yang satu ini.


Sumber | Telegraph

kucing
      Tama, kucing yang menjadi kepala stasiun kereta api di Jepang    
TOKYO -- Tiap tahun, puluhan turis selalu datang ke Stasiun Kereta Kishi di Wakayama, di barat Jepang. Ada apa? Ternyata ada seekor kucing di Jepang yang menjadi kepala stasiun selama tujuh tahun.

Tugas si kucing yang bernama Tama ini tidaklah sulit. Kucing betina yang akan berusia 15 tahun pada bulan April ini hanya duduk di sekitar stasiun dan membiarkan para turis memotretnya.

Stasiun Kishi dan Tama menarik perhatian mayoritas turis dari Hong Kong dan Taiwan. Dari data Wakayama Electric Railway, kunjungan turis dua negara itu berlipat 240 persen jumlahnya pada September lalu.

Setiap tahun, sekitar 20 ribu turis Asia mengunjungi kota kecil itu untuk menghilangkan penasaran melihat sosok Tama.

''Ide cemerlang. Menjadikan kucing sebagai simbol stasiun kereta guna menarik turis,'' kata seorang mahasiswa dari Hong Kong yang sedang melihat Tama, Ka Wing Wu (22 tahun), kepada Tokyo Times.

Pada 2008 lalu, Tama mendapat penghargaan khusus dari gubernur prefektur berupa dana 1,1 miliar yen atau 10,8 juta dolar AS untuk mengembangkan kotanya.

''Tama telah menstimulasi para turis untuk datang ke wilayah ini. Saya senang melihat turis meninggalkan stasiun dengan tersenyum setelah melihat Tama,'' kata staf stasiun Maki Miyashita.

Usia tama yang sudah mencapai belasan tahu membuat kerjanya diperingan. Tama hanya bekerja empat hari dalam sepekan. Seekor kucing berusia tiga tahun bernama Nitama membantu Tama sebagai Kepala Stasiun Junior. (Republika)

Kota Kiruna di Swedia
Teras Berita - Berpuasa berarti kita dilarang makan dan minum, mulai dari matahari terbit hingga tenggelam. Di Indonesia sekitar 13 jam. Namun apa jadinya jika berpuasa di tempat di mana matahari tidak pernah tenggelam, apakah artinya tidak berbuka?

Ini dialami oleh sekitar 700 umat Islam di kota pertambangan Kiruna, Swedia. Di wilayah yang terletak sekitar 145km sebelah utara Lingkaran Arktik ini, matahari terus bersinar saat musim panas, sekitar tanggal 28 Mei sampai 16 Juli ini. Di musim panas pun, pegunungan di wilayah ini tetap diselimuti salju.

"Saya memulai Ramadan dengan sahur pada pukul 3.30 saat matahari menyilaukan mata di dini hari. Saya memasang tirai ganda di kamar, tapi tetap saja matahari terang, padahal saya mau tidur," kata Ghassan Alankar dari Suriah. Kota itu memang banyak dihuni para pengungsi Timur Tengah.

Alankar adalah salah satu Muslim yang berpatokan pada jam berpuasa di Mekkah, Arab Saudi. Alasan dia, "itu adalah tempat lahirnya Islam." Namun tetap saja, pria yang baru datang ke Kiruna tujuh bulan lalu ini khawatir puasanya tidak diterima oleh Allah.  

Sebenarnya Dewan Eropa untuk Fatwa dan Riset (ECFR) yang berbasis di Dublin telah mengeluarkan fatwa untuk Muslim Kiruna. Mereka boleh berpuasa dengan mengikuti jam di ibukota Stockholm, sekitar 1.240km sebelah selatan kota itu. Di Stockholm, matahari terbit-tenggelam dengan waktu normal.

Namun, banyak Muslim pendatang yang tetap ingin berpuasa sesuai dengan pergerakan matahari di kota tempat mereka tinggal. Contohnya adalah Idris Abdulwahhab dari Eritrea. Dia mengikuti jam matahari Kiruna, berarti waktu terlama dia berpuasa bisa hingga 20 jam.

"Nol, 15, 25 atau 45 jam, tidak masalah selama kau meyakini apa yang kau lakukan. Tapi sebagai manusia, terkadang ini sangat berat," kata Abdulwahhab.

Fatima Kaniz dari Pakistan juga demikian. Dia baru berbuka pada pukul 8.30 malam, saat matahari masih bersinar. Dia mengisahkan kala pertama datang ke Kiruna lima tahun lalu, pada bulan Juni. Saat itu, dia menunggu matahari tenggelam untuk shalat Magrib.

"Saya menunggu sampai pukul 3 pagi, sampai teman sekamar saya orang China di pusat penampungan menjelaskan bahwa itu sia-sia. Saya berpikir, tempat aneh apa ini?" kata Kaniz.

Jika mengikuti jam setempat, berarti Kaniz akan berpuasa selama 18 jam pada dua per tiga Ramadan. Namun akan ada satu hari dimana dia bisa berpuasa selama 23 jam penuh. Kendati berat, namun dia tetap tidak akan mengubah mengikuti fatwa ECFR.

"Saya tinggal di Kiruna, salat sepanjang tahun berdasarkan waktu setempat. Mengapa saya harus mengubahnya pada Ramadan dan mengikuti Stockholm?" ujar Kaniz.

Sepanjang hari suhu musim panas di Kiruna mencapai 25 derajat celcius dan matahari konstan berada di ketinggian 10 derajat, terkadang hujan. Namun jika Ramadan jatuh pada Desember, akan terjadi sebaliknya. Selama dua minggu, matahari tidak akan terbit hingga di atas horizon, hanya mengintip malu-malu.

Abdulnasser Mohammed, pria asli Somalia, datang ke Kiruna pada tahun 2000 dan saat ini menjabat sebagai ketua asosiasi Islam Kiruna. Menurut dia, terserah umat Muslim Kiruna untuk memilih waktu berpuasa yang mana yang mereka mampu.

Mohammed sendiri mengikuti waktu di Istanbul, Turki, karena menurutnya itu adalah negara Muslim paling dekat dengan Swedia. "Islam tidak kejam. Ramadan bukan soal melaparkan atau melukai dirimu sendiri. Umat bisa memilih apa yang paling bisa mereka kerjakan," kata Mohammed. ( Viva )

Mumi Suku Angga
Papua Nugini Tradisi mengawetkan mayat atau yang dikenal dengan istilah mumi kerap dilakukan oleh bangsa Mesir. Namun, sebuah suku di Papua Nugini pun memiliki tradisi kuno serupa yaitu tradisi mengawetkan mayat.

Seperti yang dilansir dari Odditycentral, Jumat (11/7/2014), suku Angga di Papua Nugini memiliki tradisi kuno mengawetkan mayat dengan teknik yang terbilang cukup unik dan mengerikan yaitu dengan mengasapi mayat terlebih dulu sebelum dimakamkan lalu ditaruh begitu saja di tebing yang curam.

Hal itu membuat orang-orang bisa menyaksikan deretan mayat dengan tubuh memerah yang tergantung di tebing. Meski seram namun sebenarnya tradisi ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi yang dilakukan oleh suku Angga terhadap yang sudah mati. Suku Angga sudah melakukan praktik ini selama ratusan tahun di dataran tinggi Morobe.

Mumi Suku Angga
Prosesnya sendiri terbilang rumit. Mereka pun melakukannya dengan cermat dan seksama. Pertama-tama, lutut, siku dan kaki mayat disayat serta lemak di tubuh mayat dikeringkan. Setelah itu bambu yang dilubangi ditusukkan ke perut mayat untuk mengalirkan darah keluar.

Nantinya darah itu dioleskan ke rambut dan kulit dari kerabat almarhum. Suku Angga meyakini ritual ini akan memindahkan kekuatan yang meninggal pada kerabat yang masih hidup. Sedangkan sisa cairan yang keluar dari tubuh mayat disimpan sebagai minyak goreng.

Selanjutnya mata, mulut dan anus mayat dijahit agar udara tidak masuk ke tubuh mayat sehingga tidak terjadi pembusukan. Sementara itu telapak kaki, lidah dan telapak tangan mayat dipotong untuk disajikan kepada pasangan yang hidup. Lalu sisa lainnya dibuang ke lubang api untuk diasapi.

Setelah diasapi, tubuh mumi dilapisi lagi dengan tanah liat dan lempung merah kemudian dipajang di dinding tebing. Guna lempung itu sebagai kepompong alami yang dapat melindungi tubuh mayat dari kerusakan. Mumi yang ada di Morobe tercatat berusia 200 tahun dan ada yang berasal dari era Perang Dunia II.
Lebih lanjut, seiring perkembangan jaman dan masuknya agama Kristen ke Papua Nugini, proses mumifikasi ini sudah tidak dilakukan lagi. Mereka sudah melakukan penguburan secara agama Kristen.

Papua Nugini sendiri juga melarangnya pada tahun 1975 setelah merdeka. Namun ada beberapa suku di desa-desa terpencil yang masih melakukan ritual ini. (Ars) (Liputan 6)

Huacachina Oasi
Kota oasis yang cantik ini memang benar-benar ada,
meskipun ketika pertama kali melihatnya, para turis
seringkali merasa mulai berimajinasi
Lima- Ini bukan imajinasi ketika melintasi tengah gurun pasir. Kota oasis yang cantik ini memang benar-benar ada, meskipun ketika pertama kali melihatnya, para turis seringkali merasa mulai berimajinasi.

Huacachina Oasis adalah sebuah kota kecil di Provinsi Ica di Peru Selatan. Keunikan kota ini adalah karena lokasinya yang berada di tengah gurun pasir luas, namun memiliki danau kecil serta tanaman-tanaman yang subur!

Berdasarkan data dari Wikipedia, pada tahun 1999, Huacachina hanya dihuni oleh 115 penduduk, tidak termasuk jumlah turis yang kerap berkunjung kesana. Namun, jumlah ini kini terus bertambah seiring dengan popularitas kota ini di industri pariwisata.

Darimana kota ini berasal masih menjadi misteri. Namun legenda setempat menceritakan bahwa danau di tengah gurun ini tercipta ketika seorang putri hendak mandi dalam perjalanannya di tengah gurun. Naasnya, ia terlihat oleh seorang pemburu muda. Sang putri pun lari dan meninggalkan air mandinya hingga menjadi sebuah danau. Sementara sapuan mantel sang putri ketika ia lari menjadi pasir di sekitar danau. Sang putri sendiri dikabarkan masih hidup di sekitar danau tersebut, sebagai seorang putri duyung.

Huacachina OasisTerlepas dari cerita legenda setempat, para turis yang pernah mengunjungi tempat ini mengakui bahwa tempat ini memang benar sangat indah. Selain berjemur, berperahu, dan berenang di danau, aktifitas favorit yang menjadi keunggulan kota ini adalah dune buggying dan sand boarding. Keduanya merupakan aktifitas selancar diatas pasir gurun.

Untuk menuju tempat ini, sejumlah operator wisata di kota Lima menawarkan beragam fasilitas. Mulai dengan menggunakan bus yang nyaman, sepeda motor, hingga terbang dengan pesawat!

Sumber

Makan malam di pasar malam adalah pilihan makan hemat dan enak di Luang Prabang, Laos

Jakarta - Kalau kata pepatah, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Jadi bukan di mana ada uang di situ ada jalan. Banyak cara menuju Roma, banyak cara juga untuk mengakali bujet yang terbatas tanpa mengurangi kenikmatan liburan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan bujet dalam perjalanan liburan. Kesannya memang seperti menderita dimasa liburan. Padahal kalau kita lihat sisi lain dalam perjalanan, justru cara hemat ini memberikan kesan dan pengalaman tersendiri.
Berikut beberapa tips cara hemat selama perjalanan liburan:

1. Penginapan Murah
Tinggal di penginapan murah bukan berarti tinggal di kamar hotel yang jorok, bau, dan jelek. Apalagi masa sekarang, banyak penginapan atau hotel murah yang pelayanan dan kebersihannya terjaga. Informasi penginapan murah yang direkomendasikan ini banyak ditawarkan di laman atau website penyedia jasa pemesanan hotel seperti www.booking.com atauwww.hostelworld.com. Ada juga website lokal Indonesia sepertiwww.wego.com, www.pegipegi.com, dan www.nusatrip.com .

Hostel di Marakes, Maroko. Tinggal di penginapan murah justru memberi pengalaman baru saat liburan. /KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN


Laman-laman tersebut cukup mudah dimengerti dan digunakan. Salah satu tips memilih penginapan melalui laman atau website ini adalah baca baik–baik bagian “review” atau kesaksian pengalaman para pengguna penginapan. Jika beruntung, laman atau website penyedia jasa pemesanan hotel ini juga sering  menawarkan harga diskon yang menguntungkan.
Bisa juga mencari rekomendasi dari teman atau kerabat yang pernah ke tempat tujuan liburan yang sama sebelumnya. Biasanya mereka akan lebih jujur dalam memberikan rekomendasi.

2. Transportasi Umum
Jangan ragu dan takut menggunakan transportasi umum. Apalagi kalau liburannya ke kota besar baik dalam maupun luar negeri yang sistem transportasinya pasti bagus. Harganya bisa jauh lebih murah sekali dibanding dengan sewa transportasi pribadi seperti taksi atau mobil.

Trem di Casablanca, Maroko. Transportasi umum harganya jauh lebih merah ketimbang sewa mobil dan taksi. / KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN

Pengalaman menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus juga memberikan  kesan tersendiri. Kita akan lebih memahami dan dekat dengan kehidupan nyata masyarakat lokal. Selain itu bisa banyak belajar misalnya dengan membandingkan dengan transportasi lokal di kota dan negara sendiri.

3. Makan di Kawasan Turis
Hindari makan di kawasan turis karena biasanya mahal dan kurang enak rasanya. Makanlah di tempat masyarakat lokal biasa makan seperti foodcourt, kedai, dan pasar tradisional.  Tempat makan seperti ini harganya akan lebih murah dan rasanya juga lebih asli.
Tidak semua makanan murah saat liburan adalah makanan jorok dan tidak enak. Misalnya Singapura adalah salah satu kota termahal di dunia tapi foodcourt-nya enak dan murah. Dengan harga sekitar 2-3 dollar Singapura atau setara dengan Rp 20.000 hingga Rp 30.000 sudah bisa beli paket sarapan roti, telur, dan teh atau kopi. Bandingkan sarapan di kafe atau hotel bisa keluar kocek sampai Rp 100.000.
Wajar saja kalau sesekali ke restauran mahal atau kafe tetapi jangan setiap kali makan atau bahkan setiap hari. Bukan hanya rugi uang tapi juga rugi pengalaman. Melalui makanan juga akan lebih memahami  budaya dan kebiasaan masyarakat lokal.

Laksa di Pasar Air Itam adalah makanan enak dan terkenal di pasar tradisional Penang, Malaysia. /KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN

alah satu tips memilih tempat makan murah dan enak adalah bertanya ke orang lokal seperti staf di penginapan dan rekomendasi dari majalah atau buku panduan. Apalagi sekarang zaman internet, laman atau website tentang informasi tempat makanan enak bertebaran di mana-mana. Termasuk tulisan di blog banyak yang mengulas tentang tempat makan enak.

Ketiga tips di atas mungkin terkesan ribet dan repot tapi coba hitung perbedaan harganya. Selisih uangnya akan sangat menggiurkan untuk dipakai pengeluaran lain saat liburan. Mungkin uangnya bisa buat beli oleh–oleh, memperpanjang perjalanan liburan, atau ditabung untuk liburan selanjutnya.
Hemat saat liburan itu justru menguntungkan kok. Mau coba?

Sumber
Diberdayakan oleh Blogger.